Cara mengatasi diare pada anak di tengah malam bisa terasa sangat menegangkan. Tubuh si kecil terasa lemah, perut melilit, bolak-balik ke toilet, dan orang tua pun ikut panik. Pada anak-anak, kondisi ini bisa cepat memburuk — mereka menjadi rewel, menangis, dan lemas dalam waktu singkat.
Sering tidak dipahami dan tidak disadari bahwa diare yang tidak terkontrol bisa sangat berbahaya. Setiap kali tubuh mengeluarkan feses cair, elektrolit dan cairan penting ikut terbuang. Jika dibiarkan, ini dapat menyebabkan dehidrasi, kelemahan, dan pada kasus serius, bisa mengancam nyawa, terutama pada anak-anak dan lansia.
Sebagai orang tua, naluri pertama adalah mencari obat — tapi obat saja tidak selalu cukup. Tubuh anak juga membutuhkan nutrisi yang tepat untuk membantu usus pulih dan mencegah dehidrasi memburuk. Di sinilah pilihan makanan dan minuman yang diberikan menjadi sangat penting.
Mengapa Diare Bisa Terjadi?
Secara sederhana, diare terjadi saat usus kehilangan keseimbangan. Bisa karena:
- Infeksi virus atau bakteri.
- Makanan yang tidak higienis.
- Ketidakseimbangan mikrobiota usus.
- Intoleransi makanan tertentu.
Yang sering tidak disadari, diare akibat infeksi bisa menular dengan sangat mudah — terutama melalui tangan yang tidak dicuci bersih setelah dari toilet. Anak-anak di lingkungan sekolah dan daycare sangat rentan karena sering berbagi mainan, peralatan makan, dan kontak fisik langsung dengan teman sebaya.
Saat usus teriritasi, proses penyerapan cairan dan nutrisi terganggu. Akibatnya, air dari makanan tidak terserap dengan baik dan keluar dalam bentuk feses cair.
Solusi untuk menghentikan diare adalah dengan menenangkan sistem pencernaan, mengganti elektrolit yang hilang, dan memberikan nutrisi yang lembut namun padat manfaat.

Bagaimana OMA Chicken Bone Broth Bisa Membantu?
OMA Chicken Bone Broth bukan sekadar kaldu biasa. Ia dirancang khusus untuk memberi tubuh nutrisi penting yang mudah diserap saat pencernaan sedang terganggu.
- Kaya Asam Amino Penting
Penelitian menunjukkan bahwa asam amino seperti glutamin dapat memperbaiki lapisan usus dan mengembalikan fungsi normal pencernaan (Kim et al., Nutrients, 2017). Usus yang sehat juga berperan penting dalam imunitas secara keseluruhan.
Baca juga: Cara Kuatkan Anak yang Sering Batuk Pilek - Mengandung Elektrolit Alami
Kaldu ayam mengandung kalium, magnesium, dan natrium alami yang membantu mengganti cairan yang hilang akibat diare. - Tekstur Ringan, Aman untuk Lambung
Tidak seperti makanan padat yang bisa memperparah iritasi usus, kaldu OMA ringan namun tetap padat nutrisi—sehingga bisa diminum langsung tanpa rasa perih. - Praktis & Siap Konsumsi
Tinggal buka jar, hangatkan sebentar, dan langsung bisa diminum—solusi tepat ketika darurat tengah malam.
Tanda-tanda Dehidrasi pada Anak yang Harus Diwaspadai
Diare yang tidak segera ditangani bisa menyebabkan dehidrasi — dan pada anak-anak, dehidrasi bisa berkembang sangat cepat. Kenali tanda-tandanya sejak dini:
- Mulut dan bibir kering — anak terlihat kehausan tapi tidak mau minum.
- Tidak buang air kecil lebih dari 6 jam — tanda tubuh sudah kekurangan cairan serius.
- Mata cekung dan air mata sedikit atau tidak ada saat menangis.
- Kulit terasa kering dan tidak elastis — jika dicubit perlahan, kulit lambat kembali ke posisi semula.
- Anak tampak sangat lemas, mengantuk berlebihan, atau sulit dibangunkan.
Jika anak menunjukkan satu atau lebih tanda di atas, segera bawa ke dokter atau IGD — jangan tunggu sampai pagi. Bone broth bisa diberikan sebagai pertolongan pertama sambil mempersiapkan diri ke fasilitas kesehatan, namun tidak menggantikan penanganan medis pada kasus dehidrasi berat.
Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Saat Anak Diare
Selain memberikan nutrisi yang tepat, penting juga untuk tahu apa yang harus dihindari agar usus bisa pulih lebih cepat:
- Susu sapi dan produk dairy — laktosa sulit dicerna saat usus sedang iritasi dan bisa memperparah diare.
- Makanan berminyak dan digoreng — memperberat kerja sistem pencernaan yang sedang lemah.
- Minuman manis, jus buah, dan soda — kandungan gula tinggi menarik lebih banyak air ke usus dan memperburuk kondisi.
- Makanan berserat tinggi seperti sayuran mentah dan buah-buahan tertentu — serat yang terlalu tinggi bisa mempercepat gerakan usus.
- Makanan pedas — mengiritasi dinding usus yang sudah meradang.
Selama masa pemulihan, pilih makanan yang lembut dan mudah dicerna seperti bubur, pisang, dan tentunya bone broth hangat sebagai sumber nutrisi dan elektrolit alami.
Cara Menyajikan OMA Bone Broth untuk Anak yang Sedang Diare
Penyajian yang tepat membantu tubuh anak menyerap nutrisi secara maksimal:
- Hangatkan, jangan sampai mendidih — suhu hangat (sekitar 40–50°C) paling nyaman untuk lambung yang sensitif dan membantu penyerapan lebih optimal.
- Mulai dengan porsi kecil — berikan 50–100ml terlebih dahulu, tunggu 15–30 menit, dan lihat respons anak. Jika perut terasa lebih tenang, bisa diberikan lagi.
- Minum langsung tanpa campuran apapun — saat diare, hindari mencampur bone broth ke makanan padat. Minum langsung dalam kondisi hangat adalah cara paling efektif.
- Bisa diberikan bergantian dengan oralit — berikan oralit untuk rehidrasi cepat, dan bone broth sebagai sumber asam amino dan elektrolit alami yang mendukung pemulihan lapisan usus.
- Frekuensi — bisa diberikan 2–3 kali selama episode diare berlangsung, sesuai toleransi anak.
“Saya sudah pakai OMA Bone Broth sejak 2022. Waktu anak saya diare parah setelah pulang liburan luar negeri, obat yang saya berikan sama sekali tidak mempan. Dia terus bolak-balik ke kamar mandi, badannya makin lemas dan pucat. Di tengah kepanikan itu, saya teringat ada stok OMA di freezer. Saya hangatkan dan langsung berikan. Tidak lama kemudian perutnya terasa tenang dan diarenya berhenti. OMA benar-benar jadi penyelamat malam itu. Kalau nggak ada OMA malam itu, saya pasti sudah bawa anak saya ke UGD.”
— IBU RINA, PELANGGAN SETIA OMA
Diare tidak boleh dianggap remeh, terutama jika terjadi pada anak-anak. Solusi alami dan aman seperti OMA Chicken Bone Broth dapat membantu menghentikan diare, memulihkan keseimbangan usus, sekaligus mengembalikan energi yang hilang.
Jangan tunggu sampai darurat—pastikan Anda selalu punya stok OMA di rumah untuk berjaga-jaga.
Pesan OMA Chicken Bone Broth dan rasakan sendiri manfaatnya untuk kesehatan keluarga Anda.
Frequently Asked Questions
Apakah bone broth aman diberikan ke anak saat sedang diare?
Ya, bone broth justru sangat dianjurkan saat diare karena teksturnya ringan, mudah diserap, dan mengandung elektrolit alami seperti kalium dan magnesium yang membantu mengganti cairan yang hilang.
Berapa banyak bone broth yang sebaiknya diberikan ke anak saat diare?
Mulai dengan 50–100ml hangat, lalu lihat respons tubuh anak. Jika perut terasa lebih tenang, bisa diberikan lagi setelah 30 menit. Tidak ada batasan ketat karena bone broth bukan obat, melainkan nutrisi alami.
Kapan harus ke dokter meski sudah diberikan bone broth?
Segera ke dokter jika diare disertai darah, anak demam tinggi di atas 39°C, muntah terus-menerus, atau tanda dehidrasi berat seperti tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam. Bone broth adalah pendukung pemulihan, bukan pengganti penanganan medis.
Apa bedanya bone broth dengan oralit untuk mengatasi diare?
Oralit mengganti elektrolit secara cepat dan terstandarisasi. Bone broth melengkapinya dengan asam amino seperti glutamin yang memperbaiki lapisan usus — sesuatu yang tidak ada dalam oralit. Keduanya bisa diberikan bersamaan.
Apakah OMA Bone Broth cocok untuk bayi yang diare?
Untuk bayi usia 6 bulan ke atas yang sudah MPASI, pilih varian No Salt. Anak 1 tahun ke atas boleh konsumsi semua varian chicken bone broth (kecuali varian Chicken Ginseng). Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk kondisi kesehatan khusus.

