Tiga jar Oma Bone Broth Premium di atas meja kayu, disajikan bersama kurma dan semangkuk sup hangat untuk sahur.

Bagi sebagian dari kita, ada pola yang terasa familiar setiap Ramadan: sahur sudah makan cukup, tapi jam sepuluh pagi perut sudah keroncongan. Atau buka puasa yang ditunggu-tunggu justru berakhir dengan perut begah dan perih. Bukan karena tidak kuat berpuasa, tapi karena jenis nutrisi yang masuk belum tentu cocok dengan kondisi tubuh yang sudah berjam-jam beristirahat. Bone broth untuk sahur dan buka puasa dikenal sebagai pilihan yang ringan di perut, padat nutrisi, dan mudah diserap tubuh.

Kaldu tulang yang dimasak selama berjam-jam menghasilkan asam amino, gelatin, dan mineral yang mudah diserap tubuh, bahkan oleh sistem pencernaan yang sedang tidak bekerja penuh. Yang jarang dijelaskan adalah mengapa secara nutrisi bone broth cocok untuk kondisi tubuh selama Ramadan — dan bagaimana cara memasukkannya ke rutinitas sahur dan buka puasa yang sudah ada.

Ilustrasi OMA Bone Broth untuk sahur dan buka puasa selama Ramadan

Apa yang Terjadi pada Sistem Pencernaan Selama Berpuasa

Selama berjam-jam tanpa asupan, sistem pencernaan kita tidak berhenti — ia beristirahat. Gerakan usus melambat, produksi asam lambung menyesuaikan diri, dan sel-sel dinding lambung memiliki kesempatan untuk memperbarui diri. Penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Medica Indonesiana pada 2016 menemukan bahwa dari 130 penderita GERD yang diamati, mereka yang menjalani puasa Ramadan mengalami gejala yang lebih ringan dibanding yang tidak berpuasa. Artinya, pola makan yang lebih teratur selama Ramadan memberi sistem pencernaan kesempatan untuk beristirahat dan menstabilkan diri.

Namun kondisi istirahat ini juga membuat lambung lebih sensitif saat buka puasa tiba. Makanan berat, berlemak, atau tinggi gula yang masuk tiba-tiba bisa memicu kembung, perih, atau begah. Makan terlalu banyak sekaligus saat buka puasa justru bisa meningkatkan produksi asam lambung. Artinya, bukan hanya apa yang kita makan yang penting, tapi bagaimana kita memulai makan kembali setelah jeda yang panjang.

Pilihan nutrisi di sahur dan buka puasa menjadi penting bukan sebagai solusi ajaib, tapi sebagai cara memperlakukan sistem pencernaan dengan lebih bijak di momen yang paling kritis dalam sehari.

Kandungan Nutrisi Bone Broth yang Mendukung Lambung Selama Ramadan

Glycine dan Glutamine Menjaga Lapisan Dinding Usus

Bone broth mengandung dua asam amino yang berperan langsung pada kesehatan saluran pencernaan: Glycine dan Glutamine.

Glutamine adalah bahan bakar utama bagi sel-sel yang melapisi dinding usus. Beberapa studi menunjukkan Glutamine membantu menjaga fungsi barrier usus — lapisan pelindung yang memisahkan isi usus dari aliran darah. Artinya, Glutamine mendukung integritas lapisan usus agar tetap berfungsi dengan baik, termasuk setelah berjam-jam berpuasa.

Glycine membantu mengatur produksi asam lambung dan dalam studi hewan terbukti melindungi dari tukak lambung. Kedua asam amino ini bekerja pada lapisan yang berbeda — Glycine di lambung bagian atas, Glutamine di sepanjang dinding usus. Sebuah tinjauan yang diterbitkan dalam Digestive Diseases and Sciences pada 2025 mengonfirmasi bahwa kandungan asam amino dalam bone broth mendukung integritas barrier usus dan membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan. Artinya, ada dasar ilmiah yang menjelaskan mengapa bone broth terasa nyaman di perut.

Gelatin Melapisi dan Melindungi Saluran Pencernaan

Bone broth yang dimasak lama mengandung gelatin — protein yang terbentuk saat kolagen dari tulang larut selama proses pemasakan. Gelatin melapisi dinding lambung untuk melindunginya dari iritan, sementara Glutamine menjadi bahan bakar bagi sel-sel dinding usus untuk beregenerasi.

Inilah yang membuat bone broth terasa nyaman di perut bahkan saat lambung baru mulai menerima makanan kembali saat buka puasa. Komponen gelatin di dalamnya melapisi saluran pencernaan secara fisik dan membantu mengurangi iritasi di momen pertama berbuka.

Protein yang Mudah Diserap dan Memberi Energi Tahan Lama

Bone broth mengandung Glutamine, Glycine, Proline, Histidine, dan Arginine, serta mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, magnesium, dan zinc. Semua komponen ini terbentuk dari proses pemasakan yang panjang sehingga mudah diserap bahkan oleh sistem pencernaan yang sedang tidak bekerja penuh.

Protein dari bone broth memberi rasa kenyang yang lebih tahan lama dibanding karbohidrat sederhana. Sahur dengan bone broth berbeda dari sahur dengan teh manis dan roti putih bukan karena porsinya lebih banyak, tapi karena jenis nutrisinya memberi sinyal kenyang yang berbeda ke tubuh.

Dengan memahami kandungan ini, kita bisa melihat mengapa bone broth cocok sebagai bagian dari rutinitas sahur dan buka puasa — bukan pengganti makanan, tapi pelengkap nutrisi yang tepat di waktu yang tepat.

Pilihan Bone Broth untuk Sahur dan Buka Puasa

OMA Beef Bone Broth untuk Sahur

Untuk sahur, tubuh membutuhkan nutrisi yang memberi energi tahan lama, bukan lonjakan gula yang habis di jam pertama. OMA Beef Bone Broth dibuat dari tulang sapi grass-fed yang dimasak selama 48 jam. Kandungan protein, zat besi, dan Vitamin B12 di dalamnya mendukung pembentukan sel darah merah dan membantu tubuh tetap berenergi sepanjang hari.

OMA Beef Bone Broth bisa diminum hangat 10–15 menit sebelum imsak, atau dijadikan kuah dasar untuk soto atau sup sahur. Teksturnya yang kental menandakan kandungan gelatin dan kolagennya masih utuh dan tidak rusak oleh proses pemanasan berlebih.

OMA Chicken Bone Broth untuk Buka Puasa

Lambung yang sudah beristirahat lama lebih baik disambut dengan sesuatu yang ringan sebelum makanan besar tiba. OMA Chicken Bone Broth dibuat dari ayam kampung organik bebas antibiotik, memiliki rasa ringan dan gurih, cocok sebagai minuman pembuka sebelum makan utama.

Segelas OMA Chicken Bone Broth hangat di awal buka puasa memberi sistem pencernaan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum menerima makanan yang lebih berat. Kandungan Glutamine dan Glycine di dalamnya mulai mendukung dinding lambung sejak tegukan pertama.

OMA Fish Bone Broth untuk Pemulihan di Malam Hari

Setelah tarawih, tubuh masih membutuhkan nutrisi tapi tidak membutuhkan makanan berat. OMA Fish Bone Broth dari ikan gabus (Channa striata) mengandung albumin — protein yang berperan dalam regenerasi jaringan — serta mineral fosfor dan magnesium yang membantu tubuh rileks tanpa membebani sistem pencernaan di malam hari.

OMA Fish Bone Broth cocok diminum langsung setelah tarawih atau dijadikan sup bening ringan — bergizi, tidak membuat perut berat, dan membantu tubuh pulih sebelum sahur berikutnya.

“Saya punya riwayat maag dan selalu khawatir puasa. Tahun ini saya mulai sahur dengan OMA Beef Bone Broth dan buka dengan OMA Chicken Bone Broth. Perut jauh lebih nyaman, tidak ada perih atau kembung yang biasa saya rasakan.”

— Dewi, Surabaya

Baca Juga: Kenapa Bone Broth Sering Dianjurkan untuk Asam Lambung — Ini Penjelasannya

Cara Menyimpan OMA Bone Broth Selama Ramadan

OMA Bone Broth bisa disimpan di freezer hingga 3 bulan. Setelah dicairkan, konsumsi dalam 24 jam dan jangan dibekukan kembali. Untuk kemudahan selama Ramadan, cairkan 1–2 jar sehari sebelum dibutuhkan dan simpan di kulkas bagian bawah — siap dihangatkan kapan saja saat sahur maupun buka puasa.

Tidak perlu proses tambahan. Cukup hangatkan di atas api kecil atau tuang ke dalam mangkuk dengan air panas. OMA Bone Broth sudah lengkap nutrisinya dan bisa dinikmati langsung, atau dijadikan kuah dasar masakan sahur seperti soto, sup, atau bubur.

Baca Juga: Sakit Flu? Ini Alasan Ilmiah Kenapa Kaldu Ayam Benar-Benar Membantu

FAQ: Manfaat Bone Broth untuk Sahur dan Buka Puasa

Bone broth mana yang paling cocok untuk sahur?

OMA Beef Bone Broth cocok untuk sahur karena kandungan protein, zat besi, dan Vitamin B12-nya membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama selama berpuasa.

Bolehkah minum bone broth setiap hari selama Ramadan?

Ya. Bone broth ringan di sistem pencernaan dan bisa diminum setiap hari di waktu sahur maupun buka puasa, tanpa membebani lambung.

Apakah bone broth aman untuk yang punya riwayat maag?

OMA Bone Broth tidak mengandung bahan yang memicu asam lambung seperti rempah pedas atau kadar asam tinggi. Kandungan Glycine dan Glutamine mendukung kesehatan dinding lambung. Untuk kondisi maag kronis, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan.

Apakah bone broth bisa dikonsumsi anak-anak saat sahur?

Ya. Semua varian OMA Bone Broth bebas pengawet dan MSG, aman untuk anak-anak yang menjalankan puasa.

Bagaimana cara terbaik menyimpan OMA Bone Broth selama Ramadan?

OMA Bone Broth bisa disimpan di freezer hingga 3 bulan. Cairkan di kulkas sehari sebelum dibutuhkan, konsumsi dalam 24 jam setelah dicairkan, dan jangan dibekukan kembali.

OMA Chicken Bone Broth kaldu ayam kampung untuk imunitas dan energi harian

OMA Bone Broth

Chicken Bone Broth – Ayam Kampung

Mendukung imunitas, pencernaan, dan energi harian.

Kaldu ayam kampung asli. Bebas MSG, bebas pengawet.

Pesan Sekarang
OMA Beef Bone Broth kaldu sapi grass-fed untuk mendukung hemoglobin secara alami

OMA Bone Broth

Beef Bone Broth – Kaldu Sapi

Mendukung kadar zat besi dan hemoglobin secara alami.

Kaldu sapi grass-fed, slow cooked 48 jam. Bebas MSG, bebas pengawet.

Pesan Sekarang

Catatan: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan saran medis profesional. Bagi yang memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter sebelum mengubah pola makan selama Ramadan.


Posted on 6 March 2026 by Veronika T
Last updated on 2 May 2026